Minggu, 28 Februari 2016

Kehamilan yang aku tunggu setelah 2 tahun pernikahanku...

Aku buat cerita ini sebagai kenagan agar nanti anakku dewasa, dia bisa membaca ini...

Aku dan suamiku menikah pada 07 Juli 2007 (07-07-07) setelah melalui 4 tahun masa pacaran. Sebenarnya aku dan suami sudah kenal lama dan cukup dekat karena kami teman SMA. Setelah kami menikah, cukup lama kami mendapatkan momongan, 2 tahun masa penantian kami. Tepat 1 bulan setelah anniversary pernikahan kami yang ke-2, aku pun hamil. Semua senang, aku, suami, orangtuaku dan mertuaku. Maklum, aku dan suami sama-sama anak pertama, jadi orangtua kami sama-sama mengharapkan cucu dari kami.

Sebenarnya sebelum kehamilan ini, aku sudah sempat hamil dan keguguran karena aku sendiri tidak tahu kalau aku sedang hamil. Aku pikir saat itu aku hanya haid biasa saja setelah 1 bulan aku terlambat haid (sudah biasa telat haid dan di cek negatif). Yah sudahlah, itu sebuah pelajaran berharga bagiku agar tidak ceroboh lagi.

Kembali ke masa kehamilannku...

Aku beruntung karena ternyata di awal kehamilan aku tidak mengalami mabok parah. aku mulai merasakan mual-mual hanya dibulan ke-2 sampai bulan ke 4 saja. Itupun hanya mual biasa, yang akan hilang bila aku minum seteguk minuman isotonik. Alhamdulillah bisa dibilang aku hamil "ngebo". bahkan saat usia kandunganku 2 bulan, aku puasa bulan ramadhan sebulan full, sama skali tidak ada gangguan.


Hamil 3 bulan




Hamil 5 bulan, kurus dan pucat karena masihada sisa-sisa mual-mual


USG pertama saat usia kandungan 5 bulan. Cuma ini satu-satunya hasil cetak USG, karena pada USG berikutnya, smua selalu pas ga bisa di cetak... :(



Hamil 6 bulan, mulai terlihat gemuk dan segar 




Hamil 7 bulan, mulai makin besar perutku...




Bikin rujak 7 bulanan oleh para tetangga




Pengajian Ibu-ibu di acara 7 bulananku




Aku saat membaca surat maryam dan surat yusuf




Qasidah di acara 7 bulananku




Pembacaan rawi




Hamil 8 bulan, makin besar perutku

Pada usia kandungan 8 bulan, aku pernah terpaksa harus di rawat di RS karena muntaber. Saat itu sepertinya aku masuk angin parah, sehingga aku terus buang air berupa cairan dan muntah-muntah. Aku berobat ke bidanku tp ternyata dirujuk harus ke RS. Aku lalu ke RSKB Budha Tzu Chi, tp di tolak dengan alasanan peralatan tidak lengkap. Lalu ke RS Thamrin Jakarta cabang kalideres pun di tolak. Dalam keadaan lemas karena kurang cairan dan perut sedang hamil besar, aku mondar mandir berdua dengan suamiku hanya menggunakan motor. Akhirnya aku putuskan untuk ke RSUD Tarakan, walaupun jauh, entah kenapa perasaanku menuntunku untuk kesana. Sampai disana, ternyata jarak anatara tempat parkir ke UGD, jauh sekali. Suamiku semmpat ingin menggendongku, namun aku menolak karena masih merasa kuat berjalan.

Sampai di ruang UGD, aku langsung ditangani tanpa banyak tanya, aku langsung di infus sambil di tanya. Mereka bilang kamar rawat penuh semua, sambil menunggu kamar akupun di infus dulu di UGD. Aku menguping pembicaraan para perawat di UGD, mereka sepertinya keberatan menerimaku, bkn karena kamar kosong tapi karena keadaanku yang sedang hamil 8 bulan. Mereka sepertinya enggan mengambil resiko.

Akhirnya setelah di infus selama 2 jam dan menghabiskan 4 botol infus, aku pun mulai merasa lebih baik. Akhirnya aku diberi surat rujukan untuk ke RS lain. Tapi aku meminta suamiku untuk pulang saja karena aku merasa aku sudah jauh lebih baik. Alhamdulillah sesampainya di rumah, aku semakin merasa baikan. aku sudah tidak mual dan buang air cair lagi. Sepertinya Allah masih melindunginku dan memberikan banyak kekuatan padaku. ALHAMDULILLAHHI ROBBIL ALLAMIN ...




 Hamil 9 bulan, sengaja foto ke studio foto biar keren fotonya..hee.. hee.. :)



Bersiap untuk lahiran, makanya rambutpun di potong abis... hee... hee..  :)



Udah kece badai kan bumil yang satu ini..??  haaa... haa... :D




Buku Catatan Kehamilanku



Lihat, berat badanku dari awal kehamilan sampai usia kehamilan 9 bulan, mengalamin kenaikan sebanyak 26 kg.... wwwwooooowwww amazing....




Sejak hamil 7 bulan, kakiku memang mengalami pembengkakan... :(


Itulah suka duka selama kehamilan pertamaku. Tapai aku menikmati semua proses tersebut karena aku memang sudah mengharapkan kehadiran anak kami.

Tak sabar rasanya saat itu menanti kelahiran buah hati kami yang pertama. Hasil dari beberapa kali USG, diketahui jenis kelamin anakku adalah laki-laki. Sesuai dengan feellingku juga, laki-laki. Anak pertama, Cucu pertama, laki-laki pula, lengkap rasanya saat itu. 

Nantikan kisah selanjutnya saat haru biru kelahiran anak pertama kami...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar