Minggu, 09 Oktober 2011

RAHASIA DIBALIK KEANEHAN DAN KEAJAIBAN AIR ZAM ZAM


Tak banyak yang tahu bagaimana caranya sumur zam-zam bisa mengeluarkan puluhan juta liter pada satu musim haji, tanpa pernah kering satu kali pun. Seorang peneliti pernah diperintahkan raja Faisal menyelidiki sumur zam-zam untuk menjawab tuduhan kotor seorang doktor dari Mesir.

Berapa banyak air zam-zam yang di “kuras” setiap musim haji? Mari kita hitung secara sederhana. Jamaah haji yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia pada setiap musim haji dewasa ini berjumlah sekitar dua juta orang. Semua jemaah diberi 5 liter air zam-zam ketika pulang nanti ke tanah airnya. Kalau 2 juta orang membawa pulang masing-masing 5 liter zam-zam ke negaranya, itu saja sudah 10 juta liter. Disamping itu selama di Mekah, kalau saja jamaah rata-rata tinggal 25 hari, dan setiap orang menghabiskan 1 liter sehari, maka totalnya sudah 50 juta liter !!.

Keanehan air Zamzam
Pada tahun 1971, seorang doktor dari negeri Mesir mengatakan kepada Press Eropah bahwa air Zamzam itu tidak sehat untuk diminum. Asumsinya didasarkan bahwa kota Mekah itu ada di bawah garis permukaan laut. Air Zamzam itu berasal dari air sisa buangan penduduk kota Mekah yang meresap, kemudian mengendap terbawa bersama-sama air hujan dan keluar dari sumur Zamzam. Masya Allah.

Berita ini sampai ke telinga Raja Faisal yang kemudian memerintahkan Mentri Pertanian dan Sumber Air untuk menyelidiki masalah ini, dan mengirimkan sampel air Zamzam ke Laboratorium-laboratorium di Eropah untuk ditest.

Tariq Hussain, insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum, di Kota Jedah, mendapat tugas menyelidikinya. Pada saat memulai tugasnya, Tariq belum punya gambaran, bagaimana sumur Zamzam bisa menyimpan air yang begitu banyak seperti tak ada batasnya.

Ketika sampai di dalam sumur, Tariq amat tercengang ketika menyaksikan bahwa ukuran “kolam” sumur itu hanya 18 x 14 feet saja (Kira-kira 5 x 4 meter). Tak terbayang, bagaimana caranya sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. Dan itu berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Penelitian menunjukkan, mata air zamzam bisa memancarkan air sebanyak 11-18 liter air per detik. Dengan demikian, setiap menit akan dihasilkan 660 liter air. Itulah yang mencengangkan.

Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur. Dia minta asistennya masuk ke dalam air. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu pembantunya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun!.

Dia berpikir, mungkin saja air sumur ini disuppli dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Bila seperti itu kejadian nya, maka dia bisa melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba. Tetapi dugaan inipun tak terbukti. Tak ditemukan gerakan air yang mencurigakan, juga tak ditemukan ada alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar.

Selanjutnya Dia minta asistennya masuk lagi ke dalam sumur. Lalu menyuruh berdiri, dan diam ditempat sambil mengamati sekelilingnya. Perhatikan dengan sangat cermat, dan laporkan apa yang terjadi, sekecil apapun. Setelah melakukan proses ini dengan cermat, asistennya tiba-tiba mengacungkan kedua tangannya sambil berteriak: “Alhamdulillah, Saya temukan dia! Pasir halus menari-nari di bawah telapak kakiku. Dan air itu keluar dari dasar sumur”.

Lalu asistennya diminta berputar mengelilingi sumur ketika tiba saat pemompaan air (untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air) berlangsung. Dia merasakan bahwa air yang keluar dari dasar sumur sama besarnya seperti sebelum periode pemompaan. Dan aliran air yang keluar, besarnya sama di setiap titik, di semua area. Ini menyebabkan permukaan sumur itu relatif stabil, tak ada guncangan yang besar

Mengandung zat Anti Kuman.
Hasil penelitian sampel air di Eropah dan Saudi Arabia menunjukkan bahwa Zamzam mengandung zat fluorida yang punya daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Lalu perbedaan air Zamzam dibandingkan dengan air sumur lain di kota Mekah dan Arab sekitarnya adalah dalam hal kuantitas kalsium dan garam magnesium.

Kandungan kedua mineral itu sedikit lebih banyak pada air zamzam. Itu mungkin sebabnya air zamzam membuat efek menyegarkan bagi jamaah yang kelelahan.

Keistimewaan lain, komposisi dan rasa kandungan garamnya selalu stabil, selalu sama dari sejak terbentuknya sumur ini. “Rasanya” selalu terjaga, diakui oleh semua jemaah haji dan umrah yang selalu datang tiap tahun.

Bisa Menyembuhkan Penyakit.
Nabi saw menjelaskan: ”Sesungguhnya, Zamzam ini air yang sangat diberkahi, ia adalah makanan yang mengandung gizi”.

Nabi saw menambahkan: “Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail”. (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).

Rasulullah saw pernah mengambil air zamzam dalam sebuah kendi dan tempat air dari kulit, kemudian membawanya kembali ke Madinah. Air zamzam itu digunakan Rasulullah saw untuk memerciki orang sakit dan kemudian disuruh meminumnya.

Dalam penelitian ilmiah yang dilakukan di laboratorium Eropa, terbukti bahwa zamzam memang lain. Kandungan airnya berbeda dengan sumur-sumur yang ada di sekitar Makah.
1. Kadar Kalsium dan garam Magnesiumnya lebih tinggi dibanding sumur lainnya, berkhasiat untuk menghilangkan rasa haus dan efek penyembuhan.
2. Zamzam juga mengandung zat fluorida yang berkhasiat memusnahkan kuman-kuman yang terdapat dalam kandungan airnya.
3. Yang juga menakjubkan adalah, tak ada sedikit pun lumut di sumur ini. Zamzam selalu bebas dari kontaminasi kuman.
4. Anehnya lagi, pada saat semua sumur air di sekitar Mekah dalam keadaan kering, sumur zamzam tetap berair. Dan zamzam memang tak pernah kering sepanjang zaman.

Beberapa ulama fikih merekomendasikan agar jamaah haji membawa zamzam ketika pulang ke negaranya sebab zamzam itu bisa sebagai obat untuk suatu penyembuhan. Dan ini terbukti, banyak jamaah dari Indonesia maupun negara lain yang pernah merasakan keajaiban air zamzam.


 http://www.dikutip.com/

Cara Pakai Jilbab Part 2

Sedikit berbagi dari link tetangga....
dikutip dari http://islamievif.blogspot.com/














Cara Pakai Jilbab Part 1

Sedikit berbagi dari link tetangga....
dikutip dari http://fitriabutik.multiply.com/







Rabu, 05 Oktober 2011

MENYINGKAP MUKJIZAT SHALAT DHUHA

Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik. Kira-kira, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur. Jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka’at sekali salam.

Sholat ini cukup hanya 2 (dua) rakaat dengan doa yang amat indah dan menyejukkan. Waktunya sangat panjang, mulai suruq (habisnya waktu subuh) sampai dengan menjelang masuk waktu dhuhur, logikanya pasti bisa menunaikannya. Namun di-muakkadkan (dianjurkan dengan sangat) untuk dilaksanakan sebelum kita memulai pekerjaan kita. Sehingga niat kita bekerja adalah semata-mata bernilai ibadah. Dengan demikian pekerjaan kita, InsyaAllah, akan mendapat ridho dari Allah SWT. Amiin.
Tata Cara Shalat Dhuha
  1. Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams
  2. Pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha
Niat shalat dhuha adalah: Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Artinya: ” Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah.”
Doa yang dibaca setelah shalat dhuha:
“Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu”. “Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh”.
Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha
Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:
  • Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
  • Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala” (HR Muslim).
  • Ghanimah (keuntungan) yang besar
  • Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata: “Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; “Ya! Rasul berkata lagi: “Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.” (Shahih al-Targhib: 666)
  • Sebuah rumah di surga
  • Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:  “Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surge.” (Shahih al-Jami`: 634)
  • Memeroleh ganjaran di sore hari
  • Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata: “Allah ta`ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
  • Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika” (“Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).
  • Pahala UmrahDari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah….(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna” (Shahih al-Jami`: 6346).
  • Ampunan Dosa
  • “Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)
” Kekasihku, Rasulullah SAW berwasiat kepadaku mengenai tiga hal :
a) agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan,
b) melakukan sholat dhuha dua raka’at dan
c) melakukan sholat witir sebelum tidur.” ( H.R. Bukhari & Muslim ).
Waktu untuk melaksanakan sholat dhuha adalah sekitar jam 7-10 pagi waktu setempat.
Sholat dhuha dilakukan dengan 2 rakaat salam, jumlah maksimal 12 rakaat. Bacaan yang utama setelah Al-Faatihah adalah Surat Adh Dhuha, Al Waqiah, Al Quraisy, Asy Syamsi, Al Kafirun, atau Al ikhlas

Cara Melaksanakan Shalat Dhuha :
Shalat Dhuha minimal dua rakaat dan maksimal duabelas rakaat, dilakukan secara Munfarid ( tidak berjamaah ), caranya sebagai berikut:
  • Niat didalam hati berbarengan dengan Takbiratul Ihram
  • Aku niat shalat sunah Dhuha 2 rakaat karena Allah”
  • Membaca doa Iftitah
  • Membaca surat al Fatihah
  • Membaca satu surat didalam Al-Quran. Afdholnya rakaat pertama surat Asy-Syams dan rakaat kedua surat Al-Lail
  • Ruku’ dan membaca tasbih tiga kali
  • I’tidal dan membaca bacaanya
  • Sujud pertama dan membaca tasbih tiga kali
  • Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
  • Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
  • Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.
  • Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.
Do’a Shalat Dhuha :

  • Yaa Allah, bila rejekiku ada dilangit turunkanlah,
  • Bila ada didalam bumi keluarkanlah,
  • Bila ada didalam lautan munculkanlah,
  • Bila jauh dekatkanlah,
  • Bila sukar mudahkanlah,
  • Bila sedikit perbanyaklah,
  • Bila haram sucikanlah….
Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat dhuha memeliki keutamaan untuk melapangkan kita dalam berbagai urusan di dunia, terutama rejeki.
Doa sholat dhuha

Artinya :
Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktuMU,
dan keagungan itu adalah keagunganMU,
dan keindahan itu adalah keindahanMU,
dan kekuatan itu adalah kekuatanMU,
dan perlindungan itu adalah perlindunganMU,
Ya Allah, jika rizkiku masih ! di atas langit, maka turunkanlah,
jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah,
jika masih sukar, maka mudahkanlah,
jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,
jika masih jauh, maka dekatkanlah,
Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaanMU,
limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada
hamba-hambaMU yang sholeh.
Amiin Ya Robbal Alamiin.

Nugget Ayam

Bahan:

500 kg ayam cincang
2 butir telur
1 lembar roti tawar
1 sachet krim sup ayam instan
garam, gula, merica

250 gr tepung roti
2 butir telur, kocok lepas


Cara membuat:
  • basahi roti tawar dengan kurang lebih 100 ml air, hancurkan dengan garpu, tiriskan airnya
  • kocok telur, roti tawar, bubuk krim sup hingga tercampur rata
  • masukkan ayam cincang, bumbui dengan garam, gula, dan merica aduk rata.
  • cetak dalam loyang. bisa juga dicetak dengan cookie cutter.
  • Kukus hingga matang. Untuk yang di cetak di loyang, setelah dingin dipotong kotak seukuran nugget. 
  • gulingkan nugget ke dalam kocokan telur kemudian digulingkan di tepung roti
  • Nugget siap di goreng dan dihidangkan dengan saos tomat dan sambal

Selasa, 04 Oktober 2011

Pelangi dilangit Kota Solo

 
Suasana senja di kota Solo kala itu begitu dramatis dan romantis. Gerimis yang telah membasahi kota Solo, telah meninggalkan pelangi indah yang menghias langit yang berwarna marun. Suasana seperti ini harusnya dinikmati dengan hati yang gembira dan bahagia, apalagi bila ada yang tercinta disisi. Tapi apa yang terjadi denganku justru sebaliknya, pemandangan yang menakjubkan ini harus aku nikmati dengan hati yang pilu. Perjalanan pulang menuju Jakarta yang hanya memakan waktu dua jam, terasa bagaikan sepanjang hidupku.
Setelah peperangan bathin yang cukup hebat, akhirnya aku memutuskan untuk menemui kekasihku Salamah, yang kini telah tinggal dikampung halamannya Solo. Setelah kontrak kerjanya di Jakarta habis, ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Kami hanya berhubungan melalui telepon saja dan saling mengunjungi secara bergantian setiap satu bulan sekali.
Kami tahu bahwa cinta kami terlarang, tapi kami tetap saling mencintai. Walaupun perbedaan usia antara kami terpaut cukup jauh dan aku pun telah beristri, tapi dia tetap menerimaku apa adanya. Aku pun merasa bahagia bila bersamanya, hidupku terasa lebih berarti. Istriku pun sangat mengenal Salamah, ia ku kenalkan sebagai teman kantorku. Bahkan Salamah sering main kerumahku dan berbincang-bincang akrab dengan istriku.
Pernah suatu hari, Salamah menginap dirumahku saat dia berkunjung ke Jakarta. Kesempatan itu kami gunakan untuk bercumbu mesra. Dikala istriku terlelap dalam mimpinya, kami justru bergelut dalam hangatnya cumbuan asmara. Kami saling peluk, saling cium, hingga kami lupa diri dan melakukan hubungan intim yang tak semestinya kami lakukan. Kami tak lagi memikirkan dosa dan karma yang akan kami terima kelak. Yang ada dalam otak kami hanyalah bagaimana caranya menuntaskan kerinduan yang terpendam setelah lama tak bertemu.
Kami pun sering pergi berkencan secara sembunyi-sembunyi. Disaat istriku sedang pergi bekerja, kami justru pergi berkencan memadu kasih. Namun kini semua itu hanyal tinggal kenangan saja. Kenangan indah yang terangkai dalam hati yang masih merona oleh cinta. Kami memutuskan untuk mengakhiri cinta terlarang ini, dan menjalani hidup kami masing-masing. Walaupun ternyata kami masih tetap saling mencintai.
“Kamu tunggu aku dimana, sayang?” tanyaku melalui hand phone, ketika bus yang ku tumpangi sudah hamper memasuki terminal Serang.
“Aku tunggu di pos depan terminal, ya!”
“Oke, kamu tunggu aku ya sayang!”
Dari kejauhan, aku sudah melihat kekasih hatiku berdiri dengan anggunnya. Tubuhnya yang berbalut gaun berwarna ungu, rambutnya yang panjang sepunggung tergerai bebas, semakin membuatnya terlihat semakin cantik.
Aku pun turun dari bus yang kutumpangi dengan wajah tersenyum bahagia. Rasa rindu setelah sebulan lamanya tak bertemu membuatku ingin segera memeluknya.
“Apa kabar, sayang?” sapaku lembut sambil merangkul pinggangnya yang ramping.
“Baik! Kamu juga baik kan, sayang? Aku kangen sekali sama kamu!” jawabnya dengan suara manja yang selalu memabukkan hatiku.
“Kita mau kemana sekarang, sayang? Ada banyak hal yang harus aku bicarakan denganmu.”
“Hal apa, sayang? Hal burukkah?” dia bertanya dengan wajah penuh kekhawatiran.
Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke alun-alun kota Serang. Disana kami menikmati pemandangan kota Serang sambil makan siang di sebuah rumah makan yang cukup nyaman. Sepanjang pembicaraan kami, aku selalu menatap senyumnya. Aku berpikir, apakah aku sanggup kehilangan gadis secantik dia?
“Kenapa sih, sayang? Dari tadi kamu terus pandangi wajahku. Apa ada yang salah dengan wajahku? Ada jerawatnya? Atau ada sisa makanan dibibirku? Atau aku bertambah jelek, ya? Dia memberondong pertanyaan padaku.
“Justu sebaliknya, kamu tambah cantik! Dan aku sedang berpikir, apakah aku sanggup jika harus kehilangan kamu.”
“Apa maksudmu?”
“Seminggu yang lalu, istriku keguguran! Istriku sedih sekali, karena kami memang sudah menanti kehadiran seorang momongan selama dua tahun pernikahan kami. Aku merasa kalau ini semua adalah balasan dari Tuhan atas semua dosa yang telah aku lakukan. Aku rasa sebaiknya kita akhiri saja semua petualangan kita ini, sayang!”
“Tapi aku sangat mencintai kamu dan aku tak mungkin mudah melupakan kamu, sayang”
“Aku mengerti, sayang! Aku juga merasakan hal yang sama. Aku tak bahagia dengan istriku, aku tak mencintainya. Tapi aku juga tak ingin menyakitinya terus menerus, dia terlalu baik.”
“Lalu, apa aku kurang baik? Aku sudah mengorbankan segalanya untuk kamu, termasuk kehormatanku!” suaranya mulai serak menahan tangis.
“Bukan begitu, sayang! Kamu segalanya untukku. Kamu yang bisa membuat aku bahagia dan bergairah. Tapi sampai kapan kita begini terus? Aku tak mungkin menceraikan istriku karena dia pilihan orangtuaku dan masa depan kamu masih panjang. Kamu bisa memilih lelaki yang lebih baik untukmu. Apa kamu mau selamanya menjadi simpananku?
“Aku rela menjadi istri keduamu, sayang!” dia mulai menangis, dan aku segera menggenggam tangannya dan memeluk bahunya agar dia tenang.
“Itu tak mungkin, sayang!”
Salamah semakin menangis terisak. Aku bisa merasakan kepiluan hatinya, karena sesungguhnya aku juga merasakan hal yang sama. Andai waktu dapat berputar, aku ingin dipertemukan dengan Salamah lebih awal agar aku bisa memilikinya. Akan kulakukan apapun untuk mendapatkannya, walaupun harus menentang orangtuaku. Tapi sekarang keadaannya berbeda, aku bertemu Salamah disaat aku telah beristri. Walaupun istriku adalah pilihan orangtua tapi aku tak sanggup menceraikannya, dia terlalu baik.
Cukup lama kami saling diam dalam pelukan, bahkan kami tak mempedulikan orang-orang yang sejak tadi terus memandangi kami. Hatiku semakin hancur melihat kekasihku tercinta menangis dihadapanku.
“Sayang, sudahlah! Kita jalani saja ini semua seperti awal kita bertemu. Kita tetap berteman dan saling menghubungi, jangan sampai komunikasi dan silaturahmi keluarga kita ikut terputus karena hal ini. Bukankah keluargamu dan keluargaku sudah saling kenal dan akrab, kita bisa tetap jadi keluarga.” aku mencoba menghiburnya.
“Mungkin yang kamu katakan ada benarnya. Tidak mungkin selamanya kita begini. Tapi aku akan etap mencintaimu sampai kapanpun Walau aku bersuami sekalipun, aku akan tetap mencintaimu!”
“Aku pun sama, sayang! Aku akan tetap mencintaimu dalam hatiku, tapi aku akan tahan hasratku untuk memelukmu, menciummu, dan memilikimu. Cukup cinda dalam hati saja.”
Salamah langsung memelukku dengan erat tanpa mempedulikan sekeliling kami. Seolah dia merasa bahwa ini adalah pelukannya yang terakhir, hingga dia tak malu lagi memelukku di depan umum.
“Baiklah, aku relakan kau pergi dari hadapanku tapi tidak dari hatiku!” ucapnya sambil mengecup mesra tanganku.
“Terimakasih, cintaku!” aku pun membalas mencium keningnya.
“Ayo, aku antar kamu ke terminal! Lihatlah, langit pun ikut bersedih untukku!” ucapnya sambil menunjuk langit yang sejak tadi gerimis.
Ya, langit memang turut bersedih! Sepanjang hari ini, hujan terus mengguyur kota Solo. Namun ketika senja tiba, langit terlihat indah karena sang pelangi tersenyum indah disudut bumi. Mungkin sama seperti kisah cintaku dengan Salamah, terasa sakit ketika kami memutuskan untuk berpisah tetapi indah untuk masa depan kami kelak.
Salamah mengantar kepulanganku hingga aku menaiki bus yang akan membawaku ke Jakarta. Dia memintaku memeluknya sebagai tanda perpisahan kami. Senyumnya yang terlihat begitu getir, membuat hatiku semakin teriris.
“Aku tidak akan pernah mengucapkan selamat tinggal padamu, karena aku masih ingin selalu bertemu denganmu!” ucapnya sambil melepas pelukan.
“Akupun sama! Kita tetap bertemu kapanpun kita mau, hanya saja tanpa cinta…”.
Aku segera naik ke bus dan melambaikan tangan pada Salamah. Aku ingin segera meninggalkan bumi Solo ini. Aku tak sanggup lagi berlama-lama menatap mata indah Salamah yang sejak tadi membendung airmata.
Selamat tinggal Salamah, selamat tinggal cintaku. Selamat tinggal pula kota Solo yang penuh kenangan, semoga kau tetap indah saat aku kembali menginjakkan kaki disini, entah kapan……..





--- TAMAT ---

Senin, 03 Oktober 2011

Mengenal Jenis Puasa (Puasa Sunah, Puasa yang Dilarang, Puasa Kifarat)



Puasa Sunnah

1. Puasa hari Senin dan Kamis
Amal perbuatan seorang hamba akan diaudit (diperiksa) setiap hari Senin dan Kamis.
Karena itu, alangkah mulianya seorang hamba jika ketika datang hari audit keadaannya tengah berpuasa. (HR. Tirmidzi)

2. Puasa 6 (enam) hari dalam bulan Syawal
Puasa ini dilaksanakan pada bulan Syawal setelah Ramadhan, yakni tanggal 2-29 Syawal (HR. Muslim).
Puasa ini dilaksanakan selama enam hari. Tak ada satu keterangan pun yang menjelaskan apakah puasa tersebut dikerjakan berturut-turut atau terpisah-pisah. Hal ini menunjukkan bahwa kita diberi kebebasan untuk menentukan sendiri (apakah mau berturut-turut atau terpisah-pisah), itu semua bergantung pada situasi dan kondisi per individu, yang penting harus dilakukan pada bulan Syawal.

3. Puasa Tasu’a dan Asyura
Puasa Tasu’a dan Asyura dilaksanakan tanggal 9 dan 10 bulan Muharam. Puasa ini termasuk berpahala besar. Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling afdhal setelah puasa Ramadlan adalah puasa di bulan Muharam. Puasa Asyura menghapus dosa tahun lalu. Sebelumnya Rasulullah SAW telah melaksanakan shaum pada tanggal 10 Muharam (asyura). Namun sebelum wafat, Rasulullah SAW berniat melaksanakan shaum pada tanggal 9. Sabda Rasulullah SAW: Apabila tahun depan telah tiba, insya Allah kita berpuasa juga pada hari kesembilan. Walaupun Rasulullah SAW belum sempat melaksanakannya (HR. Muslim). Sunah semacam ini dikalangan ahli fikih dinamakan sunah hamiyah (cita-cita/rencana) Nabi SAW yang tidak sempat dilaksanakan.

4. Puasa selang sehari/Shaum Daud
Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling disenangi Allah SWT ialah puasa Nabi Daud dan shalat yang paling dicintai Allah SWT adalah shalat Nabi Daud. Ia tidur separo malam, bangun untuk ibadah sepertiga malam dan tidur lagi seperenam malam. Nabi Daud puasa sehari dan berbuka sehari. Dan inilah shaum yang paling tangguh karena menuntut stamina yang sangat prima. (HR Muslim, Sahih Musim bi Syarjhi al-Nawawi)

5. Puasa bulan Sya’ban
Rasulullah SAW: tidak pernah berpuasa sebanyak puasanya di bulan Sya’ban. Rasulullah SAW pernah berpuasa sepenuhnya atau sebagian besar dari hari-harinya.Rasulullah SAW suka meningkatkan frekuensi shaum sunah pada bulan Sya’ban (HR. Bukhari dan Muslim).
Sya’ban adalah bulan kedelapan pada penanggalan tahun hijriah, sementara Ramadhan bulan kesembilan. Jadi Sya’ban posisinya sebelum Ramadhan.Maksudnya Rasulullah SAW shaum secara penuh selama satu bulan hanya di bulan Ramadhan. Sementara , bulan Sya’ban adalah bulan yang paling banyak diisi dengan shaum sunnah oleh Nabi SAW, seperti shaum senin-kamis, shaum daud, dll.

6. Puasa pada hari-hari putih/Shaum 3 hari setiap bulan
Yang dimaksud dengan hari-hari putih adalah hari yang siangnya memang terang dan malamnya pun terang bulan. Hari-hari putih itu adalah tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah.Shaum tiga hari setiap bulan seperti shaum sepanjang tahun (HR. Bukhari dan Muslim). Shaum ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, 15 setiap bulan di tahun Hijriah (HR Tirmidzi).

7. Puasa Arafah
Shaum Arafah adalah shaum yang dilaksanakan pada sembilan Dzulhijjah. Disebut shaum arafah karena waktu pelaksanaannya bertepatan dengan kaum muslim yang tengah melakukan wukuf di Arafah (HR. Abu Daud dan Nasa’i). Bagi orang yang tidak melaksanakan haji, disunahkan untuk shaum, sedangkan bagi yang tengah melaksanakan haji, dilarang shaum. Shaum arafah dapat menghapus dosa dua tahun yaitu setahun yang lalu dan yang tersisa (HR Muslim)

8. Puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dihitung dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 9. Hari tanggal 9 Dzulhijjah itu disebut hari Arafah dan puasanya disebut puasa Arafah, karena jamaah haji pada hari itu sedang melaksanakan wuquf di Arafah. Jadi pada bulan Dzulhijjah seseorang dapat puasa 9 hari, termasuk di dalamnya puasa tarwiyah dan puasa Arafah.

9. Puasanya orang bujangan yang belum mampu menikah
Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang tidak kuasa untuk menikah, hendaklah ia puasa karena puasa itu menjadi penjaga baginya.


Puasa yang Dilarang
Shaum adalah ibadah mahdah. Artinya, seluruh pelaksanaannya telah diatur dalam AlQuran atau sunah, tidak dibenarkan kita menambahi atau menguranginya. Walaupun shaum itu ibadah yang mulia, tetapi kalau waktu dan cara pelaksanaannya tidak mengikuti ketentuan Allah dan Rosul, nilainya akan hampa. Karena itu, kita perlu mengetahui waktu-waktu yang terlarang untuk melaksanakannya:

1. Shaum pada Hari Idul Fitri dan Idul Adha
Idul Fitri jatuh pada tanggal satu Syawal dan Idul Adha pada tanggal sepuluh Dzulhijjah. Jadi, haram shaum pada waktu-waktu tersebut (HR. Bukhari

2. Shaum pada Hari Tasyriq
Hari Tasyrik adalah hari makan, minum dan menyebut (mengingat) Allah SWT . (HR. Muslim)Jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (setelah Idul Adha).

3. Shaum Sepanjang Masa
Islam mengharamkan shaum tiap hari tanpa henti/jeda (HR. Bukhari), kecuali Ramadhan. Shaum yang disunahkan paling maksimal adalah shaum daud, yaitu shaum sehari dan berbuka sehari.

4. Shaum Khusus pada Hari Sabtu
Kita dilarang mengkhususkan shaum pada hari Sabtu (HR. Ahmad), kecuali dengan niat bayar qadha, niat shaum daud, atau niat shaum sunah lainnya.

5. Shaum Khusus pada Hari Jum’at
Kita dilarang mengkhususkan shaum pada hari Jum’at (HR. Bukhari dan Muslim), kecuali dengan niat bayar qadha, niat shaum daud, atau niat shaum sunah lainnya.

6. Shaum di Arafah
Orang yang sedang melaksanakan haji (wukuf di Arafah, tanggal 9 Dzulhijjah) diharamkan melaksanakan shaum (HR. Abu Daud dan Nasa’i)

7. Wanita yang Haid dan Nifas
Jika sedang haid atau nifas, wanita diharamkan shaum dan sholat. (HR. Bukhari)

8. Shaum Wishal
Shaum wishal adalah shaum yang berkesinambungan tanpa berbuka walaupun waktunya sudah tiba. Saat azan maghrib dia tidak berbuka hingga keesokan harinya. Shaum macam ini diharamkan dalam Islam. (HR. Bukhari)

9. Shaum pada Hari yang Meragukan
Sebelum melaksanakan Ramadhan, kita harus mendapatkan kepastian apakah sudah masuk Ramadhan atau belum. Kalau belum ada kepastian, sebaiknya kita tidak shaum karena shaum pada hari yang meragukan itu terlarang. (HR. Tirmidzi)

10. Shaum Mendahului Ramadhan
Kalau hari pertama adalah besok, hari ini dan kemarin dilarang shaum. Namun, bagi orang-orang yang terbiasa melaksanakan shaum sunah, larangan ini tidak berlaku. (HR. Bukhari dan Muslim)


Puasa Kifarat
Dalam syariat Islam ada empat puasa kifarat yaitu:

1. Puasa kifarat karena membunuh seorang muslim tanpa disengaja. Kesalahan tersebut mewajibkan pelaksanaan salah satu dari dua denda, yaitu diyat atau kifarat.
Kifarat untuk itu ada dua macam yaitu:

  1. Memerdekan hamba beriman yang tidak ada cela pada dirinya yang menghambat kerja atau usaha
  2. Puasa 2 (dua) bulan berturut-turut.
Ulama Syafi’iyah menambahkan bahwa jika seseorang karena tua atau sangat lemah tidak kuat berpuasa, maka ia dapat menggantikannya dengan member makanan untuk 60 orang miskin masing-masing 1 mud (+ 1 liter)

2. Puasa kifarat karena seorang suami melakukan zhihar. Karena ucapan zhihar itu suami tersebut bergaul dengan istrinya. Kemudian ia bermaksud menarik kembali ucapan zhiharnya itu karena keinginannya untuk bergaul seperti sebelum terjadinya zhihar.
  1. Wajib membayar kifarat, ialah memerdekakan seorang hamba atau jika ia tidak mampu,
  2. Berpuasa 2 bulan berturut-turut. Jika ia tidak kuat berpuasa, maka ia terkena hukum wajib memberi makanan untuk orang-orang miskin sebanyak 60 orang masing-masing 1 mud.
3. Puasa kifarat karena seseorang bersumpah lantas dengan sengaja ia melanggar sumpahnya. Pelanggaran tersebut menyebabkannya terkena kifarat sumpah, yaitu:
  1. Wajib memerdekakan seorang hamba atau jika ia tidak mampu,
  2. Wajib memberi makan/pakaian 1 orang miskin atau jika itupun ia tidak mampu,
  3. Wajib berpuasa 3 hari
4. Puasa kifarat karena seorang yang sedang ihram membunuh binatang buruan, baik yang halal maupun yang haram. Kifaratnya adalah:
  1. Menggantinya dengan hewan ternak yang seimbang dengan binatang buruan yg dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil dan disembelih sebagai hadya (kurban) di tanah haram serta dagingnya diberikan kepada fakir miskin, atau jika tidak mampu,
  2. Memberi makanan kepada fakir miskin yang banyaknya sedemikian rupa sehingga seimbang dengan hadya (hewan pengganti) tersebut, atau
  3. Berpuasa sejumlah hari yang seimbang dengan makanan yang seharusnya ia keluarkan (jumlah hari puasa itu adalah sebanyak mud yang diberikan kepada fakir dan miskin. Mud tersebut dibanding seimbangkan dengan hewan yang disembelih tadi).

Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan saat ia berbuka puasa, dan kegembiraan saat berjumpa Tuhannya.

Demi Dzat yang menguasai Jiwaku! Sesungguhnya bau orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah daripada wangi minyak misik (Hadits Qudsi)
***

Sumber:
1. Keistimewaan Ramadlan dan Tuntunan Shaum, Prof. KH. Masdar Helmy, Babussalam
2. Agenda Percikan Iman

Selasa, 27 September 2011

Assalamu'allaikum Wr. Wb.

Assalamu'allaikum.....
Hari ini, tepatnya sehari sebelum ultah q yg ke 29... aq memutuskan tuk membuat blog baru ...
setelah blog q yg terdahulu hilang entah kemana.... (lupa.....)
Selamat datang di blog q ini, khusus'y para kaum ibu muda...
Mari kita berbagi bersama....
berbagi berbagai pengalaman yang pernah kita alami...

My Milad... 29 th'

Hari ini genap usia q 29 tahun....
telah byk hal aq alami dalam hidup ini...
mudah-mudahan saja diusia q yg semakin berkurang ini, aq bs mendapatkan arti hidup yang sesungguhnya...
bisa mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan dunia dan akhirat...
amin... amin... ya robbal alamin....